15 Manfaat Madu Bagi Kesehatan Yang Terbukti Ilmiah

Manfaat madu memang sudah diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun jika ditanyakan alasannya secara ilmiah hampir tidak ada yang bisa menjawabnya. Sebenarnya di dunia medis sudah banyak sekali penelitian dengan landasan ilmiah terkait manfaat madu, oleh karena itu kali ini medisatu.com akan membahas bukti-bukti ilmiah dan alasan mengapa madu dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Madu

Indonesia memiliki berbagai jenis madu. Di berbagai daerah jenis madu yang dipasarkan sering diberi nama menurut asalnya misalnya madu Sumba, madu Pahit Pelawan Namang (Bangka), madu Sumbawa, madu Lampung dan sebagainya. Madu merupakan campuran gula yang dibuat oleh lebah dari larutan gula alami yang disebut nectar yang dihasilkan dari bunga-bunga tanaman. Madu murni lebah yang baik biasanya ditampung dengan metode pengambilan moderen berupa cairan jernih dan bebas dari benda asing.

Kandungan Berbagai Senyawa Pada Madu

Madu murni mengandung sekitar 40% glukosa (gula), 40% fruktosa (gula buah), dan 20% air. Selain itu, madu mengandung asam amino (senyawa pembentuk protein) dan vitamin C, vitamin B yang lengkap, berbagai macam enzim, mineral seperti kalium, besi, magnesium, fosfor, tembaga, dan kalsium. Madu selain itu juga mengandung senyawa  yang berperan sebagai antioksidan seperti flavonoid, asam fenolat, dan tokoferol. Madu juga mengandung hidrogen peroksida (suatu senyawa yang dapat berperan melawan bakteri) dan mempunyai kadar pH rendah. Madu juga memiliki tekanan osmotik tinggi dan berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri, virus dan jamur.

Manfaat Madu Yang Terbukti Ilmiah

Madu telah banyak diteliti baik oleh peneliti dalam negri maupun mancanegara, kami akan paparkan khasiat madu berdasarkan kajian ilmiah pada jurnal National Center for Biotechnology Information yang dilakukan oleh Research Affairs of Tabriz University of Medical Sciences Iran tahun 2013,  yaitu:

  1. Madu bermanfaat sebagai antibakteri

Mekanisme antibakteri pada madu berbeda dengan mekanisme yang terdapat pada obat antibiotik yang langsung menghancurkan dinding sel bakteri. Madu memilki kompleksitas yang baik dalam perannya sebagai zat antibakteri diantaranya madu membuat lingkungan pada bakteri menjadi kering yang menyebabkan metabolisme bakteri terganggu sehingga bakteri mudah mati. Selain itu kandungan gula yang tinggi dan pH madu yang rendah antara 3,2 sampai 4,5 membuat lingkungan yang mencegah pertumbuhan bakteri. Yang terpenting kandungan pada madu yang berperan sebagai antibakteri yaitu senyawa hidrogen peroksida yang dapat menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri. Untuk tambahan senyawa seperti asam organik, lisosim dan propolis juga merupakan faktor kimia yang berperan sebagai antibakteri pada madu.

  1. Madu bermanfaat membantu penyembuhan luka

Salah satu manfaat dari madu adalah membantu menyembuhkan luka. Berbagai macam tipe luka seperti luka lecet, abses, ulkus, luka jahitan operasi, luka pada penyandang kencing manis, luka dekubitus (luka pada bagian belakang tubuh pada orang yang tirah baring lama), luka bakar ringan dan memar telah terbukti memiliki respon yang baik setelah diberikan madu. Jenis dari pada luka juga sangat mempengaruhi kecepatan penyembuhanya semakin dalam luka semakin lama penyembuhanya dan semakin kotor luka semakin lama penyembuhanya. Madu membantu penyembuhan luka dikarenakan madu memiliki efek antibakteri yang membuat luka lebih steril, selain itu madu memilki kandungan nutrisi kompleks seperti asam amino, vitamin dan berbagai nutrien lain yang membantu meregenerasi jaringan yang luka. Namun untuk pemanfaat madu sebagai zat tambahan perawatan luka ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anda.

  1. Madu bermanfaat untuk membantu pengobatan masalah pencernaan

Mengonsumsi madu secara rutin dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit perncernaan seperti Mag, radang pada usus halus dan luka pada lambung. Selain itu keluhan penyembuhan penyakit daire dapat dipercepat dengan konsumsi tambahan madu. Madu mampu memperbaiki permukaan saluran pencernaan yang rusak akibat penyakit tersebut, efek antibakteri pada madu membuat infeksi bakteri pada penyakit tersebut dapat ditanggulangi selain itu madu mampu melapisi dinding saluran pencernaan agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut.

  1. Madu bermanfaat sebagai anti infeksi jamur

Aktivitas antijamur pada madu terkait dengan jenis dari pada madu. Madu murni dapat berkhasiat dalam menghambat pertumbuhan jamur namun madu campuran hanya mampu menghambat pertumbuhan senyawa racun dari jamur. Madu bermanfaat untuk berbagai jenis infeksi jamur diantaranya penyebab kadas, infeksi jamur kandida, infeksi jamur kepala dan ketombe. Mekanisme antijamur hampir sama dengan aktivitasnya sebagai anti bakteri.

  1. Madu bermanfaat sebagai anti infeksi virus

Selain efek antibakteri dan antijamur, madu juga menunjukan efek antivirus. Pada penelitian Al-Waili tahun 2004 ia menemukan pemberian madu pada infeksi virus herpes sangat aman dan efektif jika dibandingkan dengan obat cream antivirus. Mekanisme antivirus pada madu lebih kepada infeksi virus yang memiliki gejala pada kulit.

  1. Madu membantu mengontrol kadar gula darah pasien diabetes (kencing manis)

Penggunaan madu pada kontrol gula darah pasien diabetes tipe 2 menunjukan hasil yang signifikan dalam menurunkan kadar indeks glikemik jika dibandingkan menggunakan gula tebu maupun sukrosa. Madu jika dibandingkan dengan dekstrosa menunjukan penurunan gula darah pada pasien diabetes. Madu meningkatkan sekeresi dari hormon insulin sehingga madu dapat membantu mengontrol gula darah penderita kencing manis.

  1. Madu bermanfaat menurunkan kadar kolesterol

Madu selain dapat mengontrol gula darah dengan baik, madu juga dapat memperbaiki kadar kolesterol darah yang tinggi. Mekanisme madu menurunkan kadar kolesterol darah adalah dengan menurunkan pembentukan kolesterol jahat, menurunkan kadar Homosistein dan C-reactive protein pada pengidap kadar kolesterol darah yang tinggi.

  1. Madu bermanfaat sebagai pengawet makanan alami

Kandungan hidrogen peroksida dan antioksidan pada madu mampu mencegah pertumbuhan dari bakteri pada makanan yang dapat menimbulkan penyakit seperti Shigella (penyebab disentri), Listeria monocytogenes dan Staphylococcus aureus.

  1. Madu bermanfaat sebagai prebiotik

Madu banyak mengandung senyawa prebiotik yang berbentuk oligosakarida dan berbagai senyawa lain. Prebiotik adalah zat makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan. Madu menjaga flora normal saluran pencernaan seperti Strep. thermophilus, Lactobacillus acidophilus, Lacto. delbruekii and Bifidobacterium bifidum yang bermanfaat menjaga kesehatan saluran pencernaan.

  1. Madu Bermanfaat sebagai antiradang

Mekanisme madu sebagai antiradang dilihat dari mekanisme penghambatan proses peradangan pada tingkat sel. Madu menurunkan produksi dan aktivitas senyawa-senyawa yang terlibat dalam proses radang. Madu mampu menurunkan gejala yang timbul dari proses peradangan mengecilkan bengkak, perbaikan bentuk luka, mengurangi nyeri dan memicu perbaikan sel dan jaringan yang meradang. Selain itu efek antibakteri madu mampu mencegah infeksi skunder yang mungkin muncul pada proses peradangan. Madu berperan dalam mengurangi gejala pada beberapa penyakit akibat proses radang seperti eksim, psoriasis, dan dermatitis

  1. Madu Bermanfaat Sebagai Antioksidan

Zat oksidan bebas dalam tubuh telah diketahui menjadi penyebab perubahan molekul dan mutasi genetik. Stress oksidatif dapat memicu berbagai penyakit. Madu sebagai sumber yang berasal dari alam, memilki kandungan senyawa antioksidan aktif yang dapat mencegah proses kerusakan oksidatif di dalam tubuh. Flavonoid, asam fenol, vitamin C, tokoferol dan berbagai senyawa lain berperan secara sinergis sebagai senyawa aktif antioksidan pada madu.

  1. Madu Bermanfaat mencegah serangan penyakit jantung dan stroke

Penyakit jantung dan stroke merupakan penyakit degeneratif (penurunan fungsi tubuh) penyakit ini telah diketahui terkait dengan kerusakan oksidatif pada pembuluh darah pada jantung dan otak. Kerusakan pembuluh darah ini terjadi secara menahun dan terkait berbagai faktor akibatnya terjadi kelainan dari permukaan pembuluh darah, seperti munculnya plak-plak yang dapat mengakibatkan sumbatan. Sumbatan ini akan menyebabkan aliran darah pada organ vital tersebut terhambat sehingga dapat memicu timbulnya serangan jantung maupun stroke. Konsumsi madu yang memiliki senyawa aktif antioksidan yang tinggi dan beranekaragam mampu mencegah kerusakan akibat oksidan-oksidan bebas di dalam tubuh. Sehingga madu jika dikonsumsi rutin mampu mencegah kedua penyakit tersebut. Selain itu madu mampu mengontrol gula darah dan kolesterol darah yang menjadi faktor resiko kedua penyakit tersebut.

  1. Madu bermanfaat meningkatkan stamina.

Kandungan nutrisi yang lengkap pada madu seperti karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, asam amino dan zat antioksidan mampu mencukupi kebutuhan sel perhari dan mengoptimal kan fungsi fisiologis dari berbagai organ. Hal ini dapat meningkatkan stamina jika diimbangi dengan olahraga dan aktivitas fisik rutin.

  1. Madu meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Madu mampu meningkatkan kekebalan tubuh karena madu mengandung berbagai zat yang bersifat antioksidan, antibakteri, antivirus, antijamur dan mampu memodulasi sistem pertahan tubuh menjadi lebih baik.

  1. Madu meningkatkan kesuburan pria

Tingkat kesuburan pria sangat terkait dengan kandungan nutrisi yang dikonsumsi, kandungan nutrisi berupa asam amino, antioksidan alami, mineral yang lengkap pada madu dapat meningkatkan produksi dari sel sperma pada pria secara kualitas maupun kuantitas.

Efek Samping Konsumsi Madu

Konsumsi madu pada umumnya bebas dari efek samping. Pemakaian madu pada kulit akan menimbulkan efek kulit seperti tertarik karena tekstur lengket dari madu. Alergi dari madu sangat jarang terjadi. Jika terjadi alergi biasanya dikarenakan protein dari lebah yang tercampur pada madu. Penggunaan pada kulit secara lama dapat menghilangkan kelembaban kulit sementara, jika telah dicuci dengan air garam akan kembali seperti semula. Penggunaan madu pada luka diabetes yang luas dapat meningkatkan gula darah penyandang diabetes tersebut perlu pemantauan dari dokter. Risiko terjadinya keracunan botulisme pada penggunaan madu pada luka luas dapat terjadi karena pada madu ditemukan spora Clostridium botulinum, namun dapat diminimalisasi dengan radiasi sinar gamma pada madu yang akan membunuh spora dari Clostridium botulinum tanpa menghilangkan efek antibakteri dari madu.

 

Sekian infromasi medisatu terkait 15 manfaat madu yang terbukti secara ilmiah. Share artikel ini jika anda mendapatkan manfaat setelah membacanya. Salam sehat selalu (dr. Gigih Setiawan, 2017).

 ARTIKEL TERKAIT:

Teripang Bermanfaat Untuk Kesehatan

Perawatan Herbal Mencegah Kerontokan Rambut

Manfaat Kopi Cegah Penyakit Berbahaya

Khasiat Kulit Manggis Yang Terbukti Ilmiah

Khasiat Buah Naga Merah Menurunkan Kolesterol

 

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web