Khasiat Kulit Manggis Yang Terbukti Ilmiah Mencegah Berbagai Penyakit

Buah manggis merupakan buah yang memiliki julukan queen of fruit (ratu buah) dikarenakan cita rasa daging buahnya mewakili kelezatan dari buah tropis. Selain sebagai makanan konsumsi ternyata ada bagian dari buah manggis yang sangat berkhasiat untuk kesehatan yaitu kulit buah manggis. Hasil penelitian mengatakan bahwa kulit buah manggis mengandung berbagai senyawa yang berkhasiat mencegah berbagai jenis penyakit diantaranya stroke, alergi, jantung, hipertensi, penyakit radang sendi, penyakit kulit, infeksi bakteri dan serangan asma. Pada artikel kali ini medisatu akan membahas mengenai senyawa apakah yang dikandung kulit buah manggis sehingga memiliki manfaat mencegah penyakit.

Kandungan Kulit Manggis.

Kulit manggis dahulu hanya dibuang setelah buahnya dikonsumsi. Di era modern, banyak penelitian baik dalam negri maupun manca negara yang telah meneliti kandungan senyawa di dalam kulit buah manggis diantaranya alfa mangostin dan gamma mangostin, keduanya lebih dikenal sebagai senyawa xanthone. Kedua senyawa xanthone ini memiliki efek terapi diantaranya sebagai antiinflamasi (antiradang), antioksidan (antiradikal bebas), antikanker, antialergi, antibakteri, antijamur dan antivirus. Senyawa xanthone ini memang sangat menjanjikan di dalam dunia medis sebagai obat herbal.

Xanthone mencegah berbagai penyakit.

Sebelum ditemukannya kandungan xanthone di dalam kulit manggis, sebenarnya kulit manggis sudah digunakan oleh masyarakat Asia Tenggara sejak zaman dahulu seperti di Myanmar, Thailand, India, Cina dan Sri langka. Setelah penemuan kandungan xanthone di dalam kulit manggis, Di era modern ini makin membuat kulit manggis dimanfaatkan secara luas  dan dikembangkan oleh peneliti sebagai herbal yang berkhasiat melawan berbagai jenis penyakit. Berikut penyakit yang terbukti secara ilmiah dapat dicegah dengan menggunakan xanthone, diantaranya.

  1. Xanthone mencegah serangan penyakit alergi

Penyakit alergi merupakan penyakit yang hilang timbul, biasanya akan muncul jika dipicu oleh paparan dari zat alergen (zat pemicu alergi). Xanthone terbukti dapat menghambat reaksi alergi oleh paparan alergen. Selain itu xanthone terbukti dapat menurunkan sensitifitas sel tubuh terhadap paparan alergen tersebut jika dikonsumsi secara rutin.

  1. Xanthone mencegah serangan asma dan infeksi pernafasan

Penyakit asma merupakan penyakit yang timbul akibat berbagai faktor yang terkait. Diantara faktor-faktor tersebut faktor keturunan dan lingkungan berperan penting dalam terjadinya serangan asma. Namun akan sulit untuk mengintervensi faktor keturunan dikarenakan berkaitan dengan genetik, penatalaksanaan terbaik sebenarnya adalah perbaikan daya tahan tubuh agar terhindar dari infeksi pernafasan dan mencegah paparan zat yang memicu asma. Xanthone terbukti dapat mencegah reaksi serangan asma yang diperantarai zat pemicu asma, selain itu xanthone memilki efek antioksidan yang dapat melindungi sel dan membantu sel pertahanan tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi saluran nafas.

  1. Xanthone mencegah terjadinya serangan jantung

Penyakit jantung koroner saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Angka mortalitas dari serangan jantung diatas 80%. Jika pun pasien selamat akan terkena penyakit kerusakan otot jantung (cardiomyopati) yang dapat menurunkan fungsi jantung sebagai organ pemompa darah ke seluruh tubuh. Dapat dibayangkan ketika jantung fungsinya menurun, pasti akan menurunkan kualitas hidup dari penyandangnya. Menurut penelitian dari Central South University China Xanthone memilki efek antiinflamasi (antiradang) yang berperan mencegah proses awal timbulnya plak-plak pada pembuluh darah jantung, selain itu menurut jurnal dari Agricultural Food and Chemistry xanthone membantu perbaikan dari kerusakan yang terjadi pada dinding pembuluh darah akibat radikal bebas karena xanthone memilki efek antioksidan. Dengan mengonsumsi xanthone maka timbulnya plak pembuluh darah jantung pada fase awal dapat dicegah.

  1. Xanthone mencegah serangan nyeri pada radang sendi

Radang sendi banyak dikeluhkan oleh mereka yang berada di usia dekade ke-4. Terjadinya radang sendi dikaitkan dengan berbagai faktor seperti asam urat, riwayat trauma sendi, riwayat pekerjaan maupun respon imunitas. Keluhan utama pada penyandang radang sendi adalah nyeri berskala ringan hingga berat, hal ini akan sangat mengganggu aktivitas harian penyandang radang sendi. Aktivitas antiinflamsi (antiradang) pada xanthone terbukti dapat mencegah rasa nyeri yang diperantarai oleh proses peradangan.

  1. Xanthone mencegah serangan stroke

Penyakit stroke merupakan penyakit yang terkait bukan hanya akibat penyakit darah tinggi maupun kencing manis yang tidak terkontrol, melainkan juga terkait dengan kerusakan oksidatif pada pembuluh darah akibat radikal bebas yang kita dapatkan dari berbagai gaya hidup yang tidak sehat seperti kolesterol tinggi, racun polusi, asap rokok dll. Pembuluh darah yang rusak tersebut dapat memicu timbulnya plak dan pengerasan pembuluh darah di otak. Jika hal ini terjadi terus menerus selama bertahun-tahun dapat memicu tersumbatnya pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini lah yang mendasari terjadinya stroke. Senyawa antioksidan yang tinggi pada xanthone menurut jurnal dari Agricultural Food and Chemistry dapat mencegah proses kerusakan oksidatif pada pembuluh darah otak jika rutin dikonsumsi.

  1. Xanthone mencegah penyakit darah tinggi

Penyakit darah tinggi selain terkait dengan faktor genetik juga sangat terkait dengan pengerasan pembuluh darah akibat dari ketidakseimbangan zat vasokontriktor (pengeras pembuluh darah) yang lebih tinggi  jika dibanding vasodilator (relaksasi pembuluh darah) di dalam dinding pembuluh darah. Menurut peneliti dari Central South University China Xanthone dapat meningkatkan kadar nitrit oksida yang merupakan vasodilator alamiah di dalam pembuluh darah, sehingga xamthone dapat memberikan efek protektif dalam terjadi penyakit darah tinggi.

  1. Xanthone mencegah infeksi berbagai mikroorganisme (Bakteri, Virus dan Jamur)

Mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit infeksi jika daya tahan tubuh kita lemah. Senyawa antioksidan yang tinggi pada xamthone mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi baik bakteri, jamur maupun virus.

  1. Xanthone mencegah penyakit kanker

Menurut jurnal internasional Molecular Science dari Panaxanthone Research, Japan. Xanthone telah terbukti memilki efek antikanker terhadap sel kanker leukemia, selain itu xanthone juga memicu terjadinya kematian pada sel kanker usus besar. Penelitian tersebut juga telah membuktikan xanthone dapat menjadi terapi tambahan pada kemoterapi kanker usus besar.

Sekian pembahasan medisatu.com mengenai khasiat kulit buah manggis dalam mencegah berbagai penyakit yang terbukti ilmiah. Share artikel ini jika anda mendapatkan manfaat setelah membacanya. Salam sehat selalu (dr. Gigih Setiawan, 2017).

Artikel terkait :

Teripang Bermanfaat Untuk Kesehatan

Perawatan Herbal Mencegah Kerontokan Rambut

Manfaat Kopi Cegah Penyakit Berbahaya

15 Manfaat Madu Bagi Kesehatan Yang Terbukti Ilmiah

Khasiat Buah Naga Merah Menurunkan Kolesterol

 

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web