Penyakit Sinusitis Penyebab Hidung Meler (Pilek ) Menahun

Semua orang pasti pernah mengalami hidung meler terasa tersumbat (pilek). Pilek dapat berlangsung singkat beberapa hari hingga dapat berlangsung bertahun-tahun (menahun). Jika berlangsung menahun hati-hati mungkin itu salah satu gejala dari penyakit sinusitis. Jika seseorang terkena sinusitis gejala pilek akan menyerangnya hampir setiap hari terutama saat malam maupun pagi hari, yang muncul tertama saat dingin. Hal ini akan mengganggu aktifitas dari penyandang penyakitnya, oleh karena itu kali ini medisatu.com akan membahas mengenai penyebab penyakit sinusitis ini .

Rongga Hidung dan Rongga Sinus

Jika kita mau membahas mengenai rongga sinus, pembicaraan kita tidak akan lepas dan pasti terkait dengan hidung. Hidung adalah organ tubuh yang sangat penting, merupakan organ tubuh yang berperan sebagai saluran nafas atas yang pertama kali menerima udara yang nantinya akan disalurkan ke saluran nafas di bagian bawah. Hidung memiliki beberapa fungsi bagi tubuh kita. Yang pertama hidung berfungsi menyaring udara yang kita hirup, mengatur kelembaban udara yang kita hirup, sebagai organ penciuman aroma dan bau. Rongga sinus adalah rongga yang terletak di bagian wajah. Rongga sinus memiliki berbagai fungsi, yaitu mengatur tekanan udara di bagian kepala, sebagai organ resonansi suara, sistem pertahanan tubuh, sebagai penyangga otot dan tulang wajah dan melembabkan udara. Normalnya manusia memiliki 4 jenis rongga sinus berdasarkan lokasinya yaitu

  1. Sinus maksilaris rongga sinus yang terletak di bagian rahang atas diantara tulang pipi, tepat di samping hidung.
  2. Sinus ethmoidalis yang terletak di bagian sudut tengah kedua mata di belakang tulang hidung.
  3. Sinus sphenoid yang terletak di bagian belakang sinus ethmoidalis dan belakang mata.
  4. Sinus Frontalis yang terletak di tengah kedua alis.

Rongga hidung dan rongga sinus saling terhubung satu sama lain, oleh karena jika ada masalah dari masing-masing organ tersebut akan berakibat ke organ yang lainnya.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Sinusitis (rinosinusitis) adalah peradangan pada rongga hidung dan rongga sinus. Peradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab baik pada rongga hidung maupun langsung pada rongga sinus. Kedua rongga ini saling terhubung sehingga penyakit sinusitis atau rinosinusitis sering disebut one airway disease (penyakit satu jalur nafas). Penyakit sinusitis dapat berlangsung akut (< 3 minggu) maupun kronis (> 3-8 minggu hingga tahunan). Penyebab pada penyakit ini berbeda antara penyakit sinusitis akut dan sinusitis kronis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya.

Pada sinusitis akut

Penyebab paling sering dari penyakit sinusitis akut yaitu infeksi virus dan bakteri. Infeksi yang terjadi oleh bakteri dan virus ini terjadi secara singkat.

Pada sinusitis kronis

Penyebab dari sinusitis kronis ini lebih kompleks jika dibandingkan dengan sinusitis akut adapun penyebabnya yaitu :

  1. Asma

Asma dikaitkan dengan proses hipersensitif dari saluran nafas bagian atas, jika seseorang sering mengalami serangan asma, memungkinkan seseorang akan mengalami hipersensitifitas pada rongga hidung, hal ini akan membuat hidung mudah tersumbat dan gangguan pada saluran nafas bagian atas. Jika hal ini dibiarkan tanpa terapi medis yang baik dapat menimbulkan komplikasi sinusitis kronis.

  1. Alergi

Seseorang yang mengidap alergi baik karena alergi dingin, obat, debu organik maupun debu anorganik dapat menyebabkan proses peradangan pada saluran nafas bagian atas terutama hidung, jika terjadi terus menerus tanpa terapi medis yang baik dapat beresiko terserang penyakit sinusitis.

  1. Infeksi Gigi

Lubang pada gigi terutama bagian rahang atas memberikan celah bagi kuman untuk berkembang biak dan menginfeksi bagian gigi dalam (akar) jika hal ini dibiarkan infeksi akan menjalar hingga tulang rahang atas dan akan langsung menginfeksi rongga sinus mengakibatkan penyakit sinusitis.

  1. Daya Tahan Tubuh Menurun

Daya tahan tubuh terkait dengan kondisi sistem kekebalan tubuh. Menurunnya sistem kekebalan tubuh sangat terkait dengan kondisi kesehatan yang lain. Orang yang berdaya tahan tubuh rendah terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit sistem imun seperti lupus, sindrom nefrotik ataupun reumatik yang selalu mengonsumsi obat-obat penurun kekebalan tubuh yaitu steroid, kondisi ini meningkatkan resiko terjadinya sinusitis kronis. Pada orang dengan HIV AIDS yang berdaya tahan tubuh rendah juga sangat beresiko terkena penyakit ini.

  1. Kelainan Struktur Tulang Hidung

Trauma atau jejas pada bagian tulang hidung atau wajah dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur tulang hidung. Jika terjadi pembengkokan dari tulang hidung, akan mengganggu drainase (aliran) lendir yang normalnya dihasilkan saluran nafas atas. Jika terjadi terus menerus dan mengalami infeksi skunder hal ini dapat memicu penyakit sinusitis kronis.

  1. Merokok

Rokok sangat terkait dengan kandungan zat-zat oksidan yang dapat langsung mengiritasi dan merusak permukaan rongga sinus. Jika paparan asap rokok ini berlangsung terus menerus akan meningkakan resiko seseorang terkena sinusitis kronis.

  1. Polip (Tumor Jinak) Hidung.

Terdapatnya polip pada hidung sangat beresiko terkena sinusitis kronis. Polip adalah tonjolan jinak pada bagian permukaan dalam rongga hidung. Polip dikaitkan dengan riwayat alergi debu. Polip menganggu drainase atau aliran dari lendir pada saluran nafas atas. Jika dibiarkan tanpa ada terapi medis yang tepat untuk polip hidung, akan meningkatkan resiko terjadinya sinustis kronis.

  1. Barotrauma (Trauma Karena Perbedaan Tekanan)

Pekerjaan atau profesi yang terkait dengan perbedaan ketinggian tekanan udara, seperti penyelam, pilot dan pramugari yang sering mengalami barotrauma berulang dapat meningkatkan resiko terserang penyakit sinusitis kronis.

  1. Benda Asing

Adanya benda asing di dalam hidung yang tidak di terapi secara medis akan mengganggu aliran lendir saluran nafas atas. Hal ini akan meningkatkan terjadinya sinusitis kronis.

  1. Polusi Dan Paparan Debu

Terjadinya sinusitis juga sangat terkait dengan pekerjaan, paparan debu dan polusi pada pekerja pabrik tekstil maupun pabrik dengan produksi debu organik (dari bahan alam) maupun anorganik (debu kimia). Dapat meningkatkan resiko alergi pada saluran nafas atas maupun bawah, jika pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan tidak rutin kontrol kesehatan setiap tahunnya akan meningkatkan resiko terjadinya sinusitis kronis.

Sekian pembahasan kami mengenai penyebab penyakit sinusitis, untuk memahami gejal-gejala penyakit sinusitis anda dapat membaca pada artikel Gejala Pilek Menahun Hati-hati Penyakit Sinusitis selain itu untuk mengetahui tips mencegah sinusitis anda dapat membaca artikel 10 Tips Mencegah Penyakit Sinusitis. Share artikel ini jika anda merasa mendapatkan manfaat dari artikel ini. Salam sehat selalu (dr. Gigih Setiawan, 2017).

Artikel terkait: (THT)

Gejala Pilek Menahun Hati-hati Penyakit Sinusitis

10 Tips Mencegah Penyakit Sinusitis

Tips Mencegah Telinga Sakit Saat Naik Pesawat

Mengapa Kita Cegukan, Bagaimana Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web