Sedang Hamil?? Hindari Posisi Telentang Saat Tidur

Kehamilan  adalah suatu anugrah bagi setiap wanita, dan merupakan hal yang ditunggu-tunggu terutama bagi wanita yang baru menikah. Namun semakin bertambah usia kehamilan semakin banyak pula hal yang dirasakan kurang nyaman seperti mudah lelah, mual hingga muntah, pusing, nyeri di pinggul, sulit tidur dan tidak nyaman saat mencari posisi tidur. Selain sulit dalam mencari posisi tidur yang nyaman, setiap ibu juga takut posisi tidurnya berbahaya bagi kehamilan, terutama bagi sang janin.

Beberapa dekade terakhir diketahui bahwa posisi tidur terlentang pada kehamilan bukanlah hal yang baik, terutama setelah memasuki trimester kedua hingga akhir kehamilan. Karena pada saat tidur dalam posisi telentang rahim dan janinnya dapat menekan pembuluh darah balik (vena cava inferior). Penekanan pada pembuluh darah balik ini dapat mengakibatkan aliran darah ke janin berkurang.

Sebagaimana kita ketahui bahwa janin yang berada di dalam rahim seorang ibu hanya mengandalkan aliran darah dari plasenta untuk asupan nutrisi yang diperlukan selama kehamilan. Kurangnya aliran darah ke janin tersebut tentu akan mengurangi suplai nutrisi atau makanan ke janin, hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berat si janin dapat menjadi lebih kecil dari berat semestinya berdasarkan usia kehamilan. Bahkan akibat kurangnya aliran darah dari ibu ke janin secara terus menerus dapat mengakibatkan kematian bagi janin yang di kandung seorang ibu.

Dalam penelitian terbaru yang telah dirilis oleh The Journal of Physiology tahun 2017, dalam hasil penelitian tersebut juga menyarankan untuk menghindari posisi terlentang pada ibu hamil saat tidur terutama pada trimester ketiga kehamilan.

Menghindari posisi telentang saat tidur pada ibu yang sedang hamil dapat dilakukan dengan memilih posisi lainnya saat tidur, seperti posisi menyamping ke kiri. Dengan posisi tidur menyamping ke kiri dapat melancarkan peredaran darah ke jantung dan ke janin. Posisi menyamping ke kiri juga lebih baik dibandingkan miring ke kanan. Karena pada saat posisi tidur miring kekiri tidak menekan hati sehingga dapat membuat perut terasa lebih nyaman. Selain itu, posisi tidur miring ke kiri juga dapat membantu kerja ginjal. Dengan kerja ginjal yang baik dapat mencegah atau mengurangi pembengkakan pada kaki.

Selain posisi tidur, yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas dan kenyamanan saat tidur. Karena dengan kualitas dan posisi tidur yang baik juga dapat membantu pertumbuhan janin secara optimal. Dan yang terpenting adalah selalu menjaga dan mengevaluasi pertumbuhan si janin secara berkala. Rutin memeriksakan kehamilan ke dokter agar ibu yang hamil dan bayi di dalam kandungan dapat berkembang dengan baik sesuai dengan usia kehamilannya, dan jika terdapat keluhan jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung agar jika terjadi kelainan dapat segera terdeteksi. Share artikel ini apabila anda merasakan manfaat setelah membacanya.

dr. Riyan Wahyudo

>

 

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web