Vertigo Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobatinya

Pernahkah anda merasa seperti dunia terasa berputar-putar secara tiba-tiba seakan terjadi gempa? Hati-hati mungkin anda terserang penyakit vertigo. Vertigo adalah suatu gangguan fungsi keseimbangan yang terjadi secara tiba-tiba. Vertigo dapat disebabkan oleh kelainan primer pada sistem keseimbangan di bagian tepi maupun di bagian pusat sistem keseimbangan, selain itu vertigo dapat menjadi gejala skunder dari kondisi kesehatan yang lain. Vertigo akan selalu mengganggu aktivitas pengidapnya, vertigo bisa muncul sewaktu-waktu tanpa mengenal tempat. Pada artikel medisatu kali ini kami akan membahas mengenai penyakit, gejala vertigo dan cara mengobatinya.

Gejala Vertigo

Vertigo selain memiliki gejala berputar-putar, vertigo dapat disertai gejala penyerta lain seperti pusing kepala, kesulitan dalam berjalan dan berdiri, mual, muntah, berkeringat dan gangguan pergerakan bola mata. Selain gejala tersebut vertigo yang diakibatkan penyakit lain dapat muncul keluhan-keluhan lain seperti sakit kepala, nyeri telinga, demam dan nyeri leher.

Penyebab Vertigo

Pada penelitian dikatakan bahwa 50 % penyakit vertigo ini memiliki penyebab yang idiopatik (tidak dapat dijelaskan dengan pasti), selain idiopatik kondisi kesehatan lain dapat menjadi penyebab dari penyakit vertigo diantaranya.

  1. Trauma kepala dan leher

Jejas atau benturan di kepala maupun leher dapat memicu terjadinya vertigo. Cidera kepala dan leher dapat berakibat fatal terutama jika terjadi keluhan lain yang berbahaya seperti penurunan kesadaran, kejang, muntah yang proyektil (memuncrat) dan sakit kepala hebat.

  1. Obat-obatan

Beberapa obat yang memiliki efek toksik terhadap organ telinga( organ yang merupakan pengatur sistem keseimbangan di bagian tepi) seperti golongan antibiotik aminoglikosida, cisplatin, salisilat, kuinin, dan diuretic loop (furosemid).

  1. Konsumsi alkohol

Alkohol dapat mengganggu sistem keseimbangan baik di bagian tepi maupun di bagian pusat. Mabuk karena alkohol dapat memicu timbulnya vertigo. Biasanya jika alkohol yang diminum adalah jenis etanol maupun alkohol dari bahan alami keluhan vertigo hanya sementara, setelah alkohol dimetabolisme keluhan akan hilang. Lain halnya jika yang dikonsumsi adalah golongan methanol bukan hanya vertigo yang muncul dapat terjadi kerusakan otak permanen hingga kematian.

  1. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere memilki tiga gejala utama yaitu vertigo, gangguan pendengaran dan suara berdenging di telinga (tinnitus) gejala yang muncul biasanya bersamaan namun vertigo biasanya dapat hilang sendiri dan muncul kembali setiap saat. Penyakit Meniere ini terjadi akibat produksi berlebihan dari cairan limfe bagian telinga dalam.

  1. Migrain

Migrain adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri kepala sebelah yang hebat. Penyakit migrain dapat diikuti dengan vertigo maupun tanpa vertigo. Namun rasa nyeri pada bagian kepala dapat mengganggu sistem keseimbangan di bagian tepi. Migrain diakibatkan oleh melebarnya arteri di bagian pelipis kepala yang menekan saraf-saraf tepi di bagian tersebut.

  1. Infeksi Telinga Tengah

Infeksi telinga tengah dapat memicu terjadinya vertigo. Gejala yang muncul biasanya disertai demam, nyeri telinga di bagian yang terinfeksi, nyeri leher, keluarnya cairan telinga bercampur darah, mual, muntah hingga sulit tidur. Infeksi telinga sebaiknya segera ditangani dikarenakan infeksi telinga tengah dapat berkomplikasi menjadi penyakit berbahaya seperti meningoensefalitis (infeksi otak dan selaput otak).

  1. Tumor Maupun Kanker Otak

Vertigo dapat menjadi gejala penyerta dari tumor ataupun kanker otak. Penyebabnya dikarenakan tumor otak yang tumbuh di daerah dekat pusat pengatur keseimbangan di otak kecil dapat mendesak bagian otak pengatur keseimbangan tersebut sehingga akan memunculkan gejala vertigo. Gejala lain yang muncul pada vertigo yang disebabkan oleh tumor otak diantaranya sakit kepala hebat, kelumpuhan sebelah bagian tubuh, gangguan bicara, kejang hingga penurunan kesadaran.

  1. Stroke

Stroke sumbatan maupun stroke pecahnya pembuluh darah otak yang menyerang di bagian pengatur pusat keseimbangan diotak dapat menimbulkan gejala vertigo.  Selain itu biasanya pasien memilki faktor penyerta penyakit lain seperti Hipertensi tidak terkontrol, Kencing manis tidak terkontrol maupun kadar kolesterol darah yang tinggi. Gejala vertigo akibat stroke dapat disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, bicara pelo, muntah, lemah sebagian tubuh hingga penurunan kesadaran.

  1. Beningn Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Vertigo ini adalah vertigo ringan biasanya disebabkan karena perpindahan posisi yang tiba-tiba. Biasanya paling sering menyerang wanita dibandingkan pria. Vertigo ini dapat sembuh tanpa meminum obat.

Mengobati Vertigo

Pengobatan vertigo sebenarnya dapat dilakukan dengan mencari penyebab dari vertigo tersebut. Apakah  vertigo tersebut merupakan gejala primer ataupun gejala skunder dari suatu penyakit lain? Jika merupakan gejala skunder dari penyakit lain sebaiknya hubungi dokter anda untuk tatalaksana dari penyakit tersebut. Adakalanya vertigo dapat hilang tanpa diberikan pengobatan seperti pada kasus BPPV. Namun penanganan khusus vertigo dapat dilakukan oleh dokter diantaranya.

  1. Menggunakan terapi obat-obatan seperti golongan obat antihistamin maupun golongan vasodilator perifer terkadang jika vertigo terasa berat dokter akan meresepkan golongan obat tidur.
  2. Menggunakan manuver tertentu seperti Epley Manuver, Semont Manuver, Barbecue Manuver, Guffoni Manuver, Vannuchi’s Forced Prolonged Posisition dan Log Roll Manuver
  3. Fisioterapi untuk merehabilitasi sistem vestibular guna membantu otak untuk beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang jadi penyebab vertigo.

Terapi vertigo dikatakan berhasil bila dikonfirmasi dengan menggunakan  beberapa tes manuver berulang. Untuk tingkat keberhasilan terapi vertigo digolongkan menjadi 3 kriteria, yaitu:

  1. Asimptomatis

Ketika vertigo hilang secara total dan pasien tidak lagi merasakan keluhan rasa pusing berputar dan gangguan pergerakan bola mata.

  1. Terdapat perbaikan

Kriteria ini digolongkan apabila vertigo yang telah ditangani berkurang secara subyektif lebih dari 70% dan pasien telah mampu melakukan aktivitas yang selama ini tidak dapat dilakukan.

  1. Tidak ada perbaikan

Kriteria ini digolongkan apabila terapi vertigo yang diberika tidak menurunakan gejala vertigo ataupun menurunkan gejala vertigo namun kurang dari 70% secara subyektif.

Sekian pembahasan artikel medisatu mengenai penyakit vertigo, gejala dan cara mengobatinya. Share artikel ini jika anda merasakan manfaat setelah membacanya. Salam sehat selalu (dr. Gigih Setiawan, 2017)

Tinggalkan Balasan

Nama *
Surel *
Situs web